© 2001
Djoko Kusyanto Posted:
19 Dec. 2001 [rudyct]
Makalah
Falsafah Sains (PPs 702)
Program
Pasca Sarjana / S3
Institut
Pertanian Bogor
December
2001
Dosen:
Prof Dr Ir
Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab)
PENGEMBANGAN PRODUK PERIKANAN SEBAGAI STRATEGI MEMPERLUAS
PEMASARAN BERORIENTASI EKSPORT MAUPUN LOKAL
Oleh :
E-mail: djok_1905@yahoo.com
1.1. Latar
Belakang
Menghadapi
krisis moneter dan ekonomi perlu dicari peluang ke sektor-sektor ekonomi yang secara komparatif dan kompetitif mampu
memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Sub sektor perikanan
yang merupakan andalan harus mampu mencari terobosan karena potensi sumber daya
perikanan laut saja 6,1 juta ton per tahun
baru dimanfaatkan 57 %.
Alasan yang utama yang mendasar sub sektor
perikanan menjadi andalan yaitu pertama: Sumber daya perikanan di Indonesia
masih cukup melimpah. Data terakhir menunjukkan potensi sumber daya perikanan
laut 6,1 juta ton pertahun baru dimanfaatkan 57 %, kedua: Kontribusi sub sektor perikanan menunjukkan kecenderungan
meningkat. Data produk domestik bruto ( PDB ) selama tahun 1993 – 1996
menunjukkan peningkatan rata-rata 5,08%.
Ketiga : Sumber daya perikanan sudah sangat dikenal
sebagai sumber daya yang menghasilkan komoditas dengan nilai gizi dan nilai
ekonomi tinggi.
Dilain pihak perkembangan kawasan Asia Pasific
sebagai masa depan dunia merupakan petensi pasar bagi produk perikanan, yang
permintaannya meningkat 3,47 % pertahun. Salah satu hambatan yang dirasakan
dalam pemasaran produk perikanan saat ini adalah bentuk produk yang dipasarkan
( termasuk ekspor ) masih didominasi “ Primary Products “ yang memerlukan
proses lebih lanjut disamping persyaratan mutu produk yang cukup ketat.
Salah satu strategi untuk memperluas pemasaran
dicoba diteliti melalui pengembangan produk perikanan sebagai terobosan baru
dalam menghadapi persaingan pemasaran ikan olahan ( Tuna Loin, Sashimi, Steak
Tuna ). Sehingga dapat memberikan nilai tambah melalui mutu, gaya, kemasan bentuk produk menyerap tenaga kerja
dan meningkatkan harga / yang pada gilirannya mendapatkan keuntungan untuk
mengembangkan perusahaan.
1.2. Perumusan Masalah
Dari
latar belakang masalah tersebut
diatas, beberapa hambatan yang perlu diketahui dan dicari pemecahannya adalah
produk perikanan yang
dipasarkan ( bentuk utuh ) saat
ini masih didominasi
“ Primary Product “
dengan harga jual
relatif rendah; dapat dilakukan processing melalui strategi
pengembangan produk yang
siap saji ( “ Ready to eat “ ). Upaya pencapaiannya perlu didukung melalui
strategis pengembangan produk dan upaya pemasaran. Kendala – kendala pemasaran
ikan seperti tuna utuh didalam negeri dan diluar negeri, termasuk faktor-faktor yang perlu dikaji
karena negara-negara eksportir ikan tuna lainnya merupakan hambatan ekspor ikan
tuna dari Indonesia, sehingga dengan cara pengembangan produk benar-benar dapat
diterima masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri.
Untuk mengembangkan produk baru perikanan menjadi produk olahan yang siap saji; perlu dikaji secara hati-hati. Identifikasi permasalahan yang dapat dikemukan dalam pemasaran produk perikanan, tuna / cakalang dalm bentuk “ utuh “ (“Primary Product“) antara lain :
a. Apakah dalam pengembangan produk baru menjadi olahan dapat meningkatkan volume penjualan.
b. Apakah perlu menambah kemasan dan promosi dalam pengenalan produk baru berbentuk olahan.
c. Apakah penambahan biaya produksi masih cukup efisien dan kompetitif guna menetapkan harga jual yang menguntungkan.
d. Apakah masih dapat meningkatkan permintaan dengan produk baru.
e. Apakah ada peluang menambah lapangan pekerjaan
f. Ada hasil sampingan ( tulang, kepala, insang, isi perut apakah dapat ekonomis apabila diproses lebih lanjut menjadi tepung ikan ( nilai tambah ).
g. Konsumen sulit memasak dan kurang praktis dikonsumsi oleh keluarga kecil.
h. Ukuran terlalu besar ( paling kecil satu ekor beratnya 30 Kg ).
Dari identifikasi masalah diatas, maka akan dirumuskan masalah utama dalam upaya pengembangan produk ikan dikaitkan dengan strategi pemasaran yang berorientasi eksport maupun lokal melalui Pelabuhan Perikanan Samudera Jakarta yaitu :
Apakah kegiatan pemasaran produk olahan benar-benar mempunyai prospek pemasaran yang dapat menjanjikan; sebagai akibat :
a. Pengaruh kenaikan biaya produksi yang ada pada gilirannya meningkatkan harga.
b. Pengaruh produksi hasil olahan terhadap volume penjualan.
c. Permintaan hasil produk olahan dapat ditingkatan.
Perumusan masalah yang dapat dikemukakan adalah apakah pengaruh variabel X1 (Nilai Penjualan) ; X2 (Produksi) dan X3 (Permintaan Produk) dapat dipakai untuk meramalkan terhadap volume penjualan (Y) dengan rumus regresi linear berganda :
Y = bo +
b1 x 1
+ b2 x 2 +
b3 x 3
+ e
Apabila prospek cukup menarik, akan ditujukan dengan trend produksi selalu meningkat sesuai dengan permintaan yang akan datang.
1.3. Tujuan
Penulisan
Tujuan
penulisan disamping sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah Falsafah Sains
Program Studi Pasca Sarjana pada Teknologi Kelautan diharapkan penulisan tentang Pengembangan Produk
Perikanan Menjadi Komoditas Olahan sebagai salah satu strategi memperluas
pemasaran yang berorientasi ekspor maupun lokal di Pelabuhan Perikanan Samudera
Jakarta dapat dipakai
untuk :
a.
Mengetahui prospek
melalui cara-cara pengembangan produk
komoditas perikanan ( ikan tuna
/ cakalang ).
b.
Mengetahui strategis
pengembangan produknya cukup berhasil dalam upaya meningkatkan nilai tambah
komoditas perikanan.
1.4. Kegunaan Penulisan
Diharapkan hasil penulisan yang disusun melalui kajian
falsafah sains dapat :
a. Membuka peluang usaha dan kesempatan
kerja pada saat krisis ekonomi di Indonesia saat ini.
b.
Sumbangan informasi
tentang starategi pengembangan produk
perikanan secara riel dapat memberikan nilai tambah.
c.
Peningkatan nilai
tambah produk perikanan melalui pengembangan produk merupakan peningkatan
penanganan pasca panen, sehingga strategis memperluas pemasaran baik eksport
maupun lokal.
d.
Pengembangan produk
diarahkan agar dapat dihasilkan “Secondary Product“ atau “End Products“ untuk menggantikan “Primary Products“
yang selama ini merupakan ciri dari produk hasil perikanan yang
dipasarkan baik dalam maupun luar negeri ( ekspor ).
1.5. Kerangka Pemikiran
Falsafah
dasar dalam penulisan ini adalah pemasaran produk perikanan yang masih
didominasi dalam bentuk “Primary Product“ dengan harga jual relatif rendah
apabila di proses lebih lanjut menjadi product yang siap saji ( “Ready to eat”
) dapat meningkatkan nilai tambah produk sehingga mendorong harga jual dan
keuntungan yang lebih baik.
Gambar berikut menunjukkan pemasaran “ Primary Product “ yang secara sederhana masih dilaksanakan.

Gambar 1. Pemasaran “ Primary Products “
Gambar 1 diatas menunjukkan bahwa sejak ikan ditangkap dilaut dan dibawa kapal perikanan; kemudian mendaratkan ikan di
Pelabuhan Perikanan. Selanjutnya dipasarkan (lokal maupun ekspor) sampai ditangan konsumen ( “lokal dalam bentuk ikan utuh = Primary Product “ ) artinya ikan tidak mengalami proses olahan dan masih berbentuk utuh sejak ditangkap dilaut sampai dipasaran.
Dalam kaitannya dengan pengembangan
perikanan disini, kerangka pikir yang dikemukakan adalah pemasaran ikan melalui
perubahan bentuk, gaya, kemasan yang siap saji ( “ end product “ ) sehingga
mempunyai nilai tambah. Dengan pengembangan produk tersebut dicoba analisa
melalui metode regresi linear berganda untuk melihat pengaruh dari berbagai
variabel ( x1 ) terhadap
volume penjualan ( y ). Apabila ada
pengaruh positip berarti strategi memperluas pemasaran melalui pengembangan
produk perikanan cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Pola pikir diatas dapat diilustrasikan pada
gambar berikut.
Gambar 2 menunjukkan bahwa ikan setelah di tangkap
dilaut masuk ke industri processing di Pelabuhan Perikanan ( input / row
material ) untuk diproses sehingga bentuk ikan tidak utuh termasuk fillet
dengan gaya dan kemasan yang dapat menarik konsumen. Tahap berikutnya (
out put / produk
baru ) memasuki saluran distribusi ( pemasaran dengan melalui promosi, penetapan dan
sebagainya ) yang pada akhirnya akan sampai pada konsumen baik ekspor maupun
lokal.

Gambar 2. Strategi Pengembangan Produk
1.6. Hipotesis
Dari data yang diperoleh di
beberapa industri pengolahan, maka hipotesis yang akan dirumuskan sesuai dengan
tujuan penulisan
adalah :
Hipotesis 1 :
Ho : m < o : Terima Ho, berarti tidak ada pengaruh yang kuat antara nilai produksi (x1), trend produksi (x2) dan permintaan produk baru (x3) terhadap volume penjualan (y) sehingga prospek pemasangan kurang menjanjikan.
H1 : m > o : Tolak Ho; berarti ada pengaruh antara nilai produksi (x1); Trend produksi (x2) maupun permintaan produk baru (x3) terhadap volume penjualan (y) sehingga pemasaran cukup menjanjikan (cerah).
2.1. Teori
Pengembangan Produk
Secara
filosophic pengembangan produk dilakukan adalah untuk memperbaiki penampilan
produk, sehingga pembeli lama mau membeli lagi produk dengan penampilan baru
(bentuk, ukuran, gaya, kemasan). Karena pelanggan merasa mendapat kepuasan dari
produk lama.
Pendapat
dari Pearce dan Robinson (1997) yang menyatakan bahwa pengembangan produk
seringkali digunakan untuk memperpanjang “daur hidup produk” yang sudah ada,
atau untuk memanfaatkan reputasi ataupun merk favorit. Pemikirannya adalah
menarik pelanggan yang puas untuk membeli produk baru sebagai akibat pengalaman
positif mereka dengan produk sebelumnya.
Langkah dan sasaran dalam upaya pengembangan produk disajikan pada tabel 1 berikut :
Tabel 1 : Pengembangan Produk
|
No. |
Langkah-langkah |
Sasaran |
|
1. |
Mengembangkan Atribut Baru |
-
Adaptasi
(gagasan lain, pengembangan) -
Modifikasi
(mengubah bentuk, rupa, ukuran) -
Memperbesar
(lebih tahan) -
Memperkecil
(lebih ringan) -
Penataan kembali (pola lain) -
Kombinasi (daya pikat, mencampur, meramu, rakitan). |
|
2. |
Mengembangkan
Beragam tingkat mutu |
-
Segmen pasar-pasar sasaran (Dalam Negeri, Ekspor) |
|
3. |
Mengembangkan model dan
ukuran lain. |
-
“Primary
Product” dirubah menjadi “Ready to Eat”. -
Mudah disajikan -
Ukuran
fleksibel -
Mudah
disimpan maupun diolah konsumen. |
Keterkaitan pengembangan produk baru dan strategi pemasaran yang berorientasi eksport atau lokal melalui beberapa tahapan dan langkah-langkah kegiatan disajikan tabel 2 berikut.
Tabel 2. Proses Pengembangan Produk Baru dan
Strategi Pemasaran
|
No. |
Tahapan-Tahapan |
Langkah-Langkah
Kegiatan |
|
1. |
Penggalian gagasan |
-
Sumber
internal, pelanggan, pesaing. -
Distributor,
pemasok dan lain-lain. |
|
2. |
Penyaringan gagasan |
-
Menyeleksi
gagasan, analisa biaya. |
|
3. |
Pengembangan dan pengujian
konsep |
-
Pengembangan
konsep. -
Pengujian
konsep. |
|
4. |
Pengembangan
strategi pemasaran |
-
Pasar sasaran
dan pemosisian produk, sasaran penjualan, laba. |
|
5. |
Analisis bisnis |
-
Tinjauan
ulang penjualan, biaya dan proyeksi laba. |
|
6. |
Pengembangan produk |
-
Produk fisik,
prototype produk, pengujian fungsional. |
|
7. |
Uji
pemasaran |
-
Uji pasar standard -
Uji pasar dengan simulasi. |
|
8. |
Komersialisasi |
-
Perkenalan produk baru, waktu dan tempat sasaran. |
Dari
tabel 2 diatas dapat dijelaskan masing-masing tahapan sebagai berikut :
a.
Tahap Penggalian Gagasan
Penggalian gagasan harus secara sistematis; sebagai sumber gagasan dapat berasal dari internal (penelitian), pelanggan (informasi pelanggan), pesaing (mengamati produk pesaing), distributor, pemasok, masalah konsumen dan kemungkinan produk baru.
b. Tahap
Penyaringan Gagasan
Untuk dapat mengenali yang baik dan mengesampingkan yang jelek sedini mungkin, sehingga gagasan yang dapat terseleksi benar-benar dapat lebih dikembangkan.
c. Tahap Pengembangan dan
Pengujian Konsep
Diambil contoh produk pengembangan dengan berbagai ukuran, bentuk, kemasan. Dilanjutkan dengan pengujian konsep dengan cara mengkonsumsi, fleksibel, mudah penyajian, lebih praktis dan lain-lain.
d. Tahap Pengembangan Strategi Pemasaran
Ada 3 sasaran yang harus diperhatikan pada tahap pengembangan strategi pemasaran :
1). Pasar sasaran adalah rumah tangga yang mengkonsumsi produk baru.
2). Harga produk yang ditawarkan dengan berbagai bentuk, rupa, kemasan maupun ukuran.
3). Rencana penjualan jangka panjang, laba, bauran pemasaran.
e.
Tahap Analisis Bisnis
Kegiatan Analisis Bisnis merupakan peninjauan ulang daripada penjualan, perhitungan biaya yang dikeluarkan dan proyeksi laba yang diharapkan dari produk baru untuk mengetahui apakah faktor-faktor ini akan memenuhi syarat.
f. Tahap Pengembangan Produk
Pengembangan produk dapat berupa perubahan bentuk fisi, prototype produk. Produk dapat mencirikan produk lama namun secara fisik dan kemasan merupakan produk baru yang dapat dimodifikasi ke segmen pasar sekarang.
g.
Tahap Uji Pemasaran
Kegiatan
dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti uji pasar standard (pemosisian,
iklan, distribusi, penetapan harga, merek); uji pasar terkendali (pengiriman ke
toko, berpartisipasi mengendalikan rak); uji pasar dengan simulasi maupun uji
pasar produk bisnis.
h. Tahap Komersialisasi
Pada tahap komersialisasi, produk baru perusahaan harus memutuskan waktu perkenalan. Waktu perkenalan produk baru harus tepat tempat, tepat waktu, tepat harga dan promosi. Perusahaan besar cara memperkenalkan dalam waktu singkat dan cepat keseluruh dunia untuk menghindari tiruan dan memantapkan posisi pasar sebelum pesaing dapat bereaksi.
Dalam kaitannya dengan hal diatas, berarti mengembangkan produk baru dengan memodifikasi produk berupa kemasan baru, bentuk baru, ukuran dan sifat produk merupakan upaya untuk memberikan nilai tambah atau manfaat produk inti atau disebut juga memperpanjang “daur hidup produk”.
Daur hidup produk diperpanjang merupakan strategi pemasaran dari manajemen perusahaan; setelah meluncurkan produk baru diharapkan produknya menikmati kehidupan yang panjang dan menyenangkan; artinya produk dapat dijual dalam waktu relatif lama dengan meraih laba yang memuaskan untuk menutup semua jerih payah dan resiko yang ditanggung. Dalam hal ini perjalanan penjualan dan laba suatu produk dalam masa hidupnya itulah yang disebut “Daur Hidup Produk”.
Dalam masa “Daur Hidup Produk” terdapat lima tahapan berbeda (Philip Kotler – Gary Armstrong, 1997) yaitu :
a.
Tahapan Pengembangan Produk
Pada tahapan ini perusahaan mulai menemukan dan mengembangkan gagasan produk baru; selama pengembangan produk, penjualan nol dan biaya investasi perusahaan menumpuk.
b.
Tahapan Introduksi
Adalah periode pertumbuhan penjualan yang lambat ketika produk diperkenalkan di pasar. Laba belum diperoleh dalam tahap ini karena pengeluaran besar untuk memperkenalkan produk.
c.
Tahapan Pertumbuhan
Merupakan tahap/periode penerimaan pasar dan peningkatan laba yang pesat dan ditandai dengan cepat meningkatnya penjualan.
d.
Tahapan Menjadi Dewasa
Adalah periode pertumbuhan penjualan yang menurun karena produk telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Tingkat laba tetap atau menurun karena pengeluaran pemasaran bertambah untuk mempertahankan produk menghadapi pesaing.
e.
Tahapan Menurun
Adalah periode ketika penjualan turun dan laba turun. Penurunan ini mungkin berlangsung lambat atau cepat. Berbagai sebab menurunnya penjualan seperti teknologi ; selera konsumen berubah atau meningkatnya persaingan.
Gambar 3. Penjualan dan laba
dalam rentang kehidupan sejak masih konsep sampai mati.

2.2. Jenis Produk yang dikembangkan
Ditinjau dari sifat produk perikanan; fokus pembahasan diutamakan pada komoditas ikan tuna yang saat ini masih sebagian besar dijual dalam bentuk ikan utuh (bulk fish) tanpa perubahan bentuk apapun dan merupakan “primary product”.
Hal ini dirasakan masih belum mendapatkan keuntungan yang optimal, karena nilai tambah dari produk tersebut belum dapat dimanfaatkan; dilain pihak kebutuhan ikan dunia akan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya pendapatan masyarakat. Dari hasil penelitian Direktorat Jenderal Perikanan, pada periode 1990 – 1992 permintaan ikan tuna/cakalang meningkat 2,47% per tahun.
Data perkembangan volume ekspor hasil perikanan tahun 1994 – 1997 menunjukkan dominasi produk perikanan yang diekspor masih dalam bentuk utuh.
Tabel 3. Volume Ekspor Hasil Perikanan 1994-1997
|
No. |
Jenis
Ikan |
1994 |
1995 |
1996 |
1997 |
|
1. |
Udang |
99.523 |
94.551 |
100.230 |
103.774 |
|
2. |
Tuna / cakalang |
79.729 |
86.470 |
81.947 |
83.182 |
|
3. |
Ikan lainnya |
268.214 |
292.162 |
320.092 |
350.245 |
|
4. |
Kodok |
3.858 |
5.068 |
3.752 |
3.457 |
|
5. |
Ubur-ubur |
4.038 |
4.816 |
4.270 |
4.268 |
|
6. |
Kepiting |
6.884 |
6.490 |
5.947 |