© 2001
Sri Handayani Posted: 12 Dec. 2001 [rudyct]
Makalah
Falsafah Sains (PPs 702)
Program
Pasca Sarjana / S3
Institut
Pertanian Bogor
December
2001
Dosen:
Prof Dr Ir
Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab)
PERAN HORMON
3,5,3'- TRIODOTIRONIN (T3) DALAM PAKAN TERHADAP PENINGKATAN
LAJU
PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN
GURAME (Osphronemus gouramy
Lac.)
Tabel 1. Komposisi proksimat dan kandungan energi pakan penelitian pada
setiap perlakuan
untuk kelompok I (% bobot kering)
|
Komposisi |
Dosis T3 (mg/kg pakan) |
||||
|
|
A (0,0) |
B (2,5) |
C (5,0) |
D (7,5) |
E (10,0) |
|
Protein |
43,35 |
43,28 |
43,17 |
43,35 |
43,03 |
|
Lemak |
16,08 |
16,12 |
16,06 |
16,10 |
16,11 |
|
Abu |
4,91 |
4,97 |
5,43 |
5,13 |
5,42 |
|
Serat kasar |
1,86 |
1,81 |
1,81 |
1,79 |
1,82 |
|
BETN |
33,81 |
33,83 |
33,54 |
33,63 |
33,63 |
|
Total energi (kkal DE/ kg) |
3664,68 |
3666,10 |
3650,14 |
3662,10 |
3651,41 |
|
C/ P (kkal DE/ g protein) |
8,46 |
8,47 |
8,46 |
8,45 |
8,487 |
Tabel
2. Komposisi proksimat dan kandungan
energi pakan penelitian pada setiap
perlakuan
untuk kelompok II dan III (% bobot kering)
|
Komposisi |
Dosis T3 (mg/kg pakan) |
||||
|
|
A (0,0) |
B (2,5) |
C (5,0) |
D (7,5) |
E (10,0) |
|
Protein |
32,08 |
32,29 |
32,27 |
32,24 |
32,24 |
|
Lemak |
1,99 |
1,95 |
1,97 |
1,98 |
1,96 |
|
Abu |
5,70 |
5,53 |
5,67 |
5,73 |
5,69 |
|
Serat kasar |
2,50 |
2,60 |
2,55 |
2,41 |
2,43 |
|
BETN |
57,74 |
57,64 |
57,55 |
57,65 |
57,69 |
|
Total energi (kkal DE/ kg) |
2726,91 |
2728,70 |
2727,65 |
2729,22 |
2728,88 |
|
C/ P (kkal DE/ g protein) |
8,50 |
8,45 |
8,45 |
8,47 |
8,46 |
2.3. Wadah Penelitian dan Air untuk Pemeliharaan Ikan
2.4.
Pelaksanaan Penelitian
Sebelum penelitian dilakukan, ikan
gurame dimasukkan ke dalam bak penampungan untuk diadaptasikan dengan kondisi
laboratorium. Selanjutnya dilakukan
adaptasi terhadap pakan yang akan diberikan pada saat penelitian. Pakan yang diberikan pada saat adaptasi
adalah pakan kontrol. Adaptasi terhadap
pakan dilakukan sampai ikan uji memberikan respon yang baik terhadap pakan yang
diberikan. Setelah ikan uji telah
terbiasa dengan pakan yang diberikan, ikan dipuasakan selama satu hari,
kemudian ditimbang untuk mengetahui berat awalnya, dan selanjutnya penelitian dimulai.
Pemberian
pakan dilakukan secara ad libitum
(sampai kenyang) dengan frekuensi pemberian sebanyak 3 kali sehari yaitu pada
pagi, siang dan sore hari. Selama
penelitian, setiap hari dilakukan penyiponan dan penggantian air sebanyak ±
75 % dari volume air yang digunakan.
Untuk mengetahui ada atau tidaknya
pengaruh perlakuan terhadap rata-rata hasil, dilakukan analisis ragam dengan
tingkat kepercayaan 95 % dan 99 % dan
selanjutnya untuk menilai respon terbaik dari parameter uji terhadap dosis T3
maka dilakukan uji Polinomial Orthogonal.
2.6.
Peubah yang
diamati :
2.6.1.
Laju
Pertumbuhan Harian Larva
Untuk
perhitungan laju pertumbuhan harian larva dilakukan penimbangaaan biomas larva
selanjutnya dihitung dengan menggunakan rumus :
Wt = Wo
(1 + 0,01 a ) t
Keterangan :
a
= Laju pertumbuhan harian
individu (%)
Wo = bobot
rata-rata ikan pada waktu awal (g)
Wt = bobot rata-rata ikan pada waktu t (g)
t = waktu (hari)
2.6.2.
Efisiensi
Pakan
Untuk penghitungan
efisiensi pakan, setiap hari dilakukan penimbangan pakan yang diberikan, dan
kematian ikan selama penelitian ditimbang dan dihitung. Efisiensi
pakan dihitung dengan rumus :
E = {[(Wt
+ D) -
Wo] /F} x 100
Keterangan :
E = Efisiensi pakan (%)
Wt
= bobot ikan pada waktu
t (g)
Wo =
bobot ikan pada waktu awal (g)
D = jumlah ikan yang mati selama penelitian (g)
F = bobot pakan yang diberikan (g)
2.6.3.
Retensi
Protein dan Retensi Lemak
Untuk perhitungan retensi protein, lemak, pada awal dan
akhir penelitian dilakukan analisis proksimat ikan meliputi kadar protein dan kadar lemak, Kadar protein
dengan menggunakan metode Kjeldahl sedangkan kadar lemak dengan menggunakan
metode ekstraksi,
Retensi
protein (RP), retensi lemak (RL) dihitung dengan menggunakan rumus :

2.6.4.
Pengukuran
Aktivitas Enzim Pencernaan
Pengukuran aktivitas
enzim meliputi protease dan lipase,.
Ekstrak enzim pada penelitian ini diperoleh dari hasil penggerusan ikan
dari masing-masing kelompok ukuran dengan menggunakan mortar, lalu ditambahkan
akuades hingga lima kali bobot contoh. Campuran ini
kemudian disentrifus dengan kecepatan 15.000 rpm selama 20 menit pada 4oC. Supernatan digunakan sebagai ekstrak enzim
yang digunakan dalam pengukuran aktivitas enzim.
Aktivitas
protease ditentukan dengan mengukur kemampuan enzim untuk menghidrolisa protein
sehingga dihasilkan tyrosin. Tyrosin
yang dibebaskan diukur secara kalorimetri.
Prosedur yang digunakan
mengikuti prosedur yang digunakan Fengxie (1988) dalam Wijayanti (1993). Aktivitas protease dinyatakan sebagai satuan
unit aktivitas enzim per gram contoh.
Aktivitas lipase ditentukan dengan menggunakan Automatic Analysi Boehringer Mannheim- Lipase. Aktivitas lipase dinyatakan sebagai satuan unit aktivitas enzim per gram contoh.
III. HASIL
DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa
pemberian hormon T3 dalam pakan ikan gurame pada berbagai dosis memberikan
pengaruh yang berbeda terhadap retensi protein, retensi lemak, aktivitas
protaese dan lipase, laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan ikan gurame.
3.1. Retensi
protein, retensi lemak,
aktivitas protease dan lipase
Retensi
protein menggambarkan kemampuan ikan menyimpan dan memanfaatkan protein
pakan. Sedangkan retensi lemak
menggambarkan kemampuan ikan menyimpan dan memanfaatkan lemak pakan. Lemak pakan selain digunakan sebagai sumber
energi juga disimpan sebagai lemak struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian hormon T3 dalam pakan ikan gurame pada
berbagai dosis memberikan pengaruh yang berbeda terhadap retensi protein dan
retensi lemak ikan gurame disajikan pada tabel 3.
Pada kelompok
I dan II, retensi protein tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian hormon T3
pada dosis 10 mg/kg yang berturut-turut diikuti oleh perlakuan pemberian hormon T3 pada dosis 7,5 mg/kg 5,0 mg/kg ; 2,5 mg/kg dan kontrol. Sedangkan pada kelompok III, retensi protein tertinggi
diperoleh pada perlakuan pemberian hormon T3 pada dosis 2,5 mg/kg
pakan dan pemberian hormon T3 pada dosis yang lebih tinggi akan
menghasilkan retensi protein yang lebih rendah.
Tabel 3.
Retensi protein dan retensi lemak, aktivitas protease dan lipase
ikan gurame kelompok I, II, dan III
|
Pakan/dosis T3 mg/kg pakan |
Retensi protein (%) |
Retensi lemak (%) |
Aktivitas protease
(unit/g) |
Aktivitas lipase
(unit/g) |
|
1. Kelompok I (0,39 – 0,42 g/ekor |
||||
|
A (0,0) |
31,07 |
34,29 |
7,96 |
1,92 |
|
B(2,5) |
33,46 |
36,95 |
8,22 |
2,01 |
|
C (5,0) |
35,69 |
39,61 |
8,38 |
2,10 |
|
D (7,5) |
36,88 |
40,04 |
8,94 |
2,11 |
|
E (10,0) |
40.38 |
42,00 |
9,24 |
2,16 |
|
|
|
|||