©
2002 Muh. Farid Samawi Posted: 16 December, 2002
Makalah
Falsafah Sains (PPs 702)
Program Pasca Sarjana / S3
Institut
Pertanian Bogor
December
2002
Dosen:
Prof
Dr Ir Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab)
Prof Dr Ir Zahrial Coto
Dr
Bambang Purwantara
Oleh:
Muh. Farid Samawi
NRP. P062020121
E-mail:
Farids02@yahoo.com
Tuhan
menciptakan mahluk dengan tujuan tertentu, baik yang hidup maupun yang mati,
yang besar maupun yang kecil semua mempunyai peranan dalam kehidupan ini.
Mahluk yang sangat kecil sekalipun seperti bakteri, virus dan plankton
mempunyai fungsi khusus didalam kehidupan. Apabila dimusnahkan atau digantikan
akan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem yang akhirnya mengalami kerusakan.
Plankton
sebagai organisme yang sangat kecil memiliki ukuran 0,45 mm yang tak nampak oleh mata
telanjang dan tersebar luas diperairan tawar dan laut. Plankton ini
terdiri dari plankton hewani (zooplankton) dan plankton nabati (fitoplankton). Dalam struktur piramida makanan,
fitoplankton sangatlah penting karena menempati posisi sebagai produksi primer.
Kedudukan
fitoplankton sebagai produksi primer dengan kandungan nutrisi yang tinggi
terdiri dari protein, karbohidrat dan lemak serta asam lemak telah dimanfaatkan
untuk berbagai keperluan antara lain dalam bidang perikanan, farmasi dan
makanan suplemen. Organisme ini diisolasi kemudian dibudidayakan secara
intensif untuk mendapatkan monospesis dengan kepadatan tinggi.
Apakah fitoplankton itu ? Merupakan pertanyaan yang harus dijawab untuk menjelaskan pengertian fitoplankton. Fitoplankton menurut Davis (1951) adalah mikroorganisme nabati yang hidup melayang-layang di dalam air, relatif tidak mempunyai daya gerak sehingga keberadaanya dipengaruhi oleh gerakan air serta mampu berfotosintesis. Organisme planktonik ini biasanya ditangkap menggunakan jaring, berdasarkan ukuran mata jaring maka fitoplankton digolongkan berdasarkan ukuran yaitu: megaplankton ialah plankton lebih besar dari 0,2 mm ; yang berukuran 0,2 mm – 2,0 mm digolongkan makroplankton ; mikroplankton ialah plankton yang berukuran 20 mm – 0,2 mm. Sedangkan plankton yang tidak dapat ditangap dengan jaring tetapi dengan filter milipor adalah nanoplankton ialah plankton sangat kecil yang berukuran 2 mm – 20 mm dan ultraplankton yaitu oplankton yang berukuran lebih kecil dari 2 mm.
Pada perairan laut terdapat tiga belas kelas (Tabel 1), diatom dan dinoflagellata merupakan golongan besar dan tersebar luas di laut, baik perairan pantai maupun lautan.
Tabel 1. Klasifikasi fitoplankton laut (Parson et al, 1984)
|
Taksonomi (kelas) |
Nama umum |
Area yang dominan |
|
Cyanophyceae |
Alga biru hijau |
Tropik, cosmopolitan |
|
Rhodophyceae |
Alga merah |
Jarang, Pantai |
|
Bacillariophyceae |
Diatom |
Seluruh perairan laut,
khususnya pantai |
|
Cryptophyceae |
Cryptomonad |
Cosmopolitan, khususnya pantai |
|
Dinophyceae |
Dinoflagellata |
Seluruh perairan laut,
khususnya daerah tropis |
|
Chrysophyceae |
Crysomonad Silicoflgellata |
Jarang, pantai Kadang-kadang melimpah |
|
Haptophyceae |
Coccolithopor Prymnesiomonad |
Lautan (coccolit) Pantai (prymnesio) |
|
Raphidiophyceae |
Chloromonad |
Jarang, tetapi
kadang-kadang melimpah, payau |
|
Xanthophyceae |
Alga kuning hijau |
Jarang |
|
Eustigmatophyceae |
- |
Jarang |
|
Euglenophyceae |
Euglenoid |
Pantai |
|
Prasinophyceae |
Prasionomonad |
Seluruh perairan laut |
|
Chlorophyceae |
Alga hijau Volvocales |
Jarang , pantai |
Gambaran morfologi beberapa fitoplankton yang dominan diperlihatkan pada Gambar 1 berikut:

Gambar 1. Beberapa genera fitoplankton laut. Diatom: (1) Rhizosolenia,
(2) Chaetoceros, (3) Navicula, (4) Thalassiosira, (5) Skeletonema,
(6) Coscinodiscus. Dinoflagellata: (7) Ceratium, (8) Peridinium,
(9) Dinophysis, (10) Gonyaulax, Kokolitopor: (11) Cocolithus,
(12) Tricodesmium.
Proses reproduksi fitoplankton laut dilakukan melalui pembelahan diri menjadi dua. Contoh pada diatom (Gambar 2A), epiteka (katub atas) terlepas dari hipoteka (katub bawah). Tiap belahan katub akan membentuk katub atas atau katub bawah baru (Gambar 2B). Proses pembentukan katub ini cukup lama, sehingga beberapa generasi berukuran lebih kecil. Pemulihan ukuran dilakukan melalui pembentukan oksospora.

Gambar 2. A. Struktur sebuah diatom. B. Proses pengecilan ukuran diatom dan pemulihan ukuran melalui pembentukan oksospora
Tabel 2 memperlihatkan persentase protein, karbohidrat dan lemak yang ditemukan pada spesis fitoplankton laut selama proses pertumbuhan. Kandungan protein tertinggi ditemukan pada spesis Tetraselmis maculata sedangkan kandungan karbohidrat dan lemak tertinggi pada spesis Amphidinium carteri . berdasarkan komposisi monosakarida pada fitoplankton laut diperlihatkan pada Tabel 3.
Tabel 2. Komposisi hasil metabolisme
utama fitoplankton
|
Spesis |
Volume (m3c) |
Abu berat kering (%) |
||
|
Protein |
KH |
Lemak |
||
|
Prasinophyceae Tetraselmis maculata
|
310 |
68 |
20 |
4 |
|
Chlorophyceae Dunaniella salina
|
400 |
58 |
32 |
7 |
|
Bacillariophyceae Skeletonema costatum
|
1390 |
58 |
33 |
7 |
|
Chrysophyceae Monochrysis lutheri
|
28 |
53 |
34 |
13 |
|
Dinophyceae Amphidinium carteri
Exuviaella sp |
740 780 |
36 35 |
39 42 |
23 17 |
|
Myxophycea Agmenelium quadeuplictum
|
1,5 |
44 |
38 |
16 |
|
|
Serat
kasar (% KH)
|
Gula
dasar (% berat kering sel)
|
||||||||||
Glukosa
|
Galaktosa
|
Mannosa
|
Ribosa
|
Xylosa
|
Arabinosa
|
Rhamnosa
|
Fukosa
|
Fruktosa
|
Hexosamina
|
Asam
Heksuronik
|
||
CHLOROPHYCEAE
Dunaniella salina
|
9,8 |
17,2
|
11,8 |
- |
1,7 |
- |
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
+
|
PRASINOPHYCEA
Tetraselmis
maculata |
12,6 |
11,9 |
2,3 |
- |
0,95 |
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
+
|
CHRYSOPHYCEAE
Monochrysis lutheri |
3,6 |
22,1 |
4,4 |
- |
1,3 |
3,5 |
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
+
|
HAPTOPHYCEAE
Syracosphaera carterae
|
1,7 |
9,2 |
7,1 |
- |
1,5 |
0,8 |
1,9 |
- |
- |
- |
- |
+
|
BACILLARIOPHYCEA
Chaetoceros
sp Skeletonema
costatum Coscinodiscus
wailsii Phaeodactylum
tricornutum |
22,8 9,6 29 2,5 |
3,3 16,4 2,1 10,7 |
1,5 1,8 0,4 2,7 |
0,79 0,87 0,41 3,7 |
0,71 1,2 + 0,72 |
0,4 - - 0,7 |
- - - - |
2,8 1,0 0,7 1,5 |
+ 0,9 0,5 - |
- - - - |
- - - - |
+ + + + |
DINOPHYCEAE
Amphidinium
carteri Exuviaella
sp |
2,0 37,0 |
19,0 26,8 |
8,4 8,3 |
- - |
0,9 + |
- + |
| |||||