© Hengky Sumisto
Halim Posted
Makalah
Individu
Pengantar
Falsafah Sains (PPS702)
Program
Pascasarjana / S3
Institut
Pertanian
November 2003
Dosen:
Prof. Dr.
Ir. Rudy C. Tarumingkeng (penanggung jawab)
Prof. Dr.
Ir. Zahrial Coto
strategi
peningkatan pangsa pasar PT.TTR di pasar International
Oleh:
Hengky
Sumisto Halim
062030091/PSL
E-mail: rieekiee@yahoo.com
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Menurut BPS (2000), dari 558 Perusahaan Tekstil diseluruh
Indonesia baru memenuhi 4,07 % pangsa pasar dunia.
PT.
TTR adalah salah satu produsen dan eksportir tekstil yang berdomisili di
B. Perumusan Masalah
Untuk merumuskan
masalah yang sedang dihadapi
perusahaan perlu diidentifikasi faktor-faktor dari dalam perusahaan yang
sifatnya dapat dikendalikan maupun faktor-faktor dari luar yang
sifatnya tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan.
1.
Faktor
internal perusahaan dan produktifitas karyawan belum optimal sehingga tidak
semua permintaan pasar dapat dipenuhi oleh perusahaan.
2.
Kapasitas
produksi perusahaan yang terpasang 150 ton/ bulan sedangkan order yang masuk dibawah 100 ton
per bulan (tergantung jenis kain ).
3.
Faktor
dari luar perusahaan seperti:
a.
Makin ketatnya persaingan baik diantara eksportir
dari dalam negeri maupun luar negeri menyebabkan pembeli
mempunyai lebih banyak
alternatif, sehingga bargaining power
eksportir semakin melemah.
b.
Situasi
politik dalam negeri yang kurang kondusif menyebabkan pembeli
dari luar negeri kurang tertarik
untuk bertransaksi dengan
perusahaan tekstil di
c.
Sistem
pembagian kuota oleh pemerintah yang belum sesuai dengan peraturan pembagian
kuota kepada perusahaan tekstil di
Dari analisis diatas dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :
1.
Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan
untuk meningkatkan pangsa pasar
eksportnya.
2.
Dengan
semakin ketatnya persaingan apakah sistem distribusi dan pemasaran yang ada
sudah memadai atau perlu ditingkatkan.
C.
Tujuan Penelitian
1.
Mencari strategi yang tepat untuk meningkatkan
pangsa pasar PT.TTR dipasar
International.
2.
Meninjau
faktor distribusi yang ada apakah sudah cukup menunjang strategi pemasaran yang
diperlukan oleh PT. TTR.
D. Manfaat Penelitian.
Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi :
1.
Pengusaha, untuk mengetahui
kekuatan perusahaan tekstil sehingga memudahkan
pihak manajemen untuk dapat meningkatkan
pangsa pasar dengan menghadapi tantangan yang ada.
2.
Penulis, dapat menambah
wawasan dan pengetahuan dalam mencari
dan menentukan cara terbaik bagi strategi pemasaran produksi perusahaan tekstil.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Visi Perusahaan.
Dari Visi perusahaan dapat dianalisis pemanfaatan teknologi
yang dimaksud adalah
memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi oleh perusahaan untuk
melakukan terobosan secara cepat dalam mencari pasar sasaran ekspor tekstil
yang baru maupun untuk mengadakan hubungan yang lebih efektif dan efisien
dengan patner bisnisnya seperti agen dan
distributor di luar negeri. Perusahaan meningkatkan pemasaran dengan
pengembangan teknologi dengan
ditingkatkannya sumber daya manusia (SDM) dan departemen R&D untuk
mencari dan membuat tekstur
kain yang spesifik yang
mempunyai keunggulan deferensiasi produk.
1. Pernyataan Misi
Perusahaan
Dinyatakan
dengan pengembangan produk
baru dilakukan dengan diciptakan berbagai macam jenis kain baru untuk mengisi
pasar, operator mesin weaving
ditingkatkan keakhliannya dalam
menangani dan mengoperasikan mesin, sehingga selain dapat menangani mesin
dengan lebih baik juga menghasilkan mutu produk
yang semakin baik serta meningkatkan efisiensi juga kemampuan seorang
operator untuk menangani,
mengoperasikan dan memantau 6 mesin sekaligus akan meningkatkan efisiensi
produksi. Hal lain terlihat dari kualitas produk
yang dihasilkan sudah memenuhi standar
Amerika dan Eropa, sehingga
kualitas produknya sudah diakui
sebagai komoditas ekspor yang bertaraf
internasional.
Secara kualitatif Sumber Daya Manusia yang dimiliki perusahaan
cukup handal sehingga dapat menunjang kinerja ekspor. Dibagian
pengawasan standar mutu produksi sangat terjamin. Penanganan dan pemahaman
dokumentasi ekspor oleh bagian dokumen cukup
baik sehingga jarang membuat kekeliruan yang sifatnya fatal.
Untuk cara pemasaran ekspor selain secara langsung kepada distributor
dirintis pula kepada agen
baik yang mempunyai perwakilan di Indonesia maupun yang
ada diluar negeri dengan cara melakukan penetrasi pasar terutama dipasar
internasional dengan dasar keunggulan bersaing seperti: produk tekstil
mengandung keistimewaan daya tahan, gaya, rancangan serta pelayanan dengan
kemudahan dan ketepatan waktu pengiriman untuk tujuan memenuhi kepuasan
pelanggan.
2.
Filosofi Perusahaan
a.
Hubungan Perusahaan dengan Stake Holder :
Hubungan
perusahaan dengan
recruitmen dapat
menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas masyarakat
disekitarnya dan hubungan perusahaan dengan masyarakat cukup baik tampak pada
pedulinya perusahaan memperhatikan pengolahan air limbah
agar tidak merusak lingkungan
sekitar perusahaan, disamping itu
untuk karyawan yang cukup berprestasi akan diberikan penghargaan pada saat acara Hari Ulang Tahun
Kemerdekaan Republik
b.
Tujuan Perusahaan.
Tujuan
perusahaan dalam 1 sampai 2 tahun terakhir ini adalah meningkatkan pemasaran
tekstil terutama dengan ekspor tekstil dan berusaha agar kinerja perusahaan
perusahaan berada pada tingkat yang sehat untuk pencapaian laba yang sesuai
dengan performa perusahaan dalam
persaingan yang makin ketat dengan meluncurkan jenis produk yang spesifik
kepasar Internasional terutama kepasar Eropah, Inggris dan Amerika mengingat
harga jual tekstil kenegara
tersebut masih cukup tinggi disamping
itu perilaku distributor atau
agen untuk negara-negara
tersebut relatif baik dalam
arti masih dapat
memegang janjinya (gentleman). mengurangi
'idle' mesin dengan memberi prioritas
pengolahan persiapan kain setengah jadi khusus untuk order dari negara Eropa, Inggris dan Amerika.
c.
Kebijakan Perusahaan
Pihak manajemen sangat tanggap terhadap situasi
pasar baik mengenai permintaan produk
yang belum dihasilkan oleh perusahaan
maupun dalam hal peningkatan kualitas produk. Dengan jenis produk yang
bervariasi dan kualitas yang memenuhi standar akan menjamin kesinambungan penjualan dan
menguatnya daya saing.
B. Analisis Lingkungan Makro
Analisis Lingkungan makro untuk mengetahui faktor
- faktor strategis yang mempengaruhi lingkungan industri dan lingkungan internal perusahaan yaitu :
1.
Faktor Ekonomi:
Mengingat kontribusi
tekstil terhadap Gross National Product sebesar 2,75 % maka
masih diperlukan peningkatan pemasaran
produk tekstil kepasar internasional.
Perusahaan perlu mengetahui arah perekonomian dari negara dimana ia beroperasi. Menurunnya nilai
rupiah terhadap US dollar menjadikan barang - barang ekspor dari
Demikian pula dengan PT. TTR, karena
banyak nya jenis kain yang
dimilikinya sehingga saat terjadi
kenaikkan nilai US dollar
terhadap rupiah perusahaan sudah
mendapat laba dari sejumlah stock grey walaupun belum terjadi proses
produksi.
Nilai mata uang rupiah yang kurang stabil terhadap Dollar
Amerika yang disebabkan kondisi politik di
Menurut majalah Komoditas edisi khusus 26 Januari 2000, minat sektor agro
makin menguat dan diyakini akan
makin pospektif, besar nilai investasi
diprediksi naik 2,5 %. Industri tekstil termasuk dalam
daftar perkembangan persetujuan
PMDN sektor agro 1997 - oktober 1999.
2.
Faktor Politik dan Hukum.
a.
Kebijakan
pemerintah di bidang ekspor - impor mengenai deregulasi di bidang industri dan
perdagangan secara bertahap. Kemauan yang kuat dari
pemerintah untuk menggalakkan
ekspor terutama non-migas akan memberikan rangsangan bagi para eksportir untuk
meningkatkan volume ekspornya. Rangsangan tersebut dapat berupa kemudahan -
kemudahan dalam hal
investasi maupun
keringanan pajak bagi perusahaan -
perusahaan yang berorientasi
ekspor.
b.
Kemauan
yang kuat dari pemerintah
untuk menggalakkan ekspor terutama non-migas akan memberikan rangsangan
bagi para eksportir untuk meningkatkan volume ekspornya. Rangsangan tersebut
dapat berupa kemudahan - kemudahan dalam hal investasi maupun keringanan pajak bagi perusahaan
- perusahaan yang berorientasi ekspor.
c.
Kebijakan
perijinan sesuai Peraturan Pemerintah Repoblik
3.
Situasi Politik
Kondisi politik luar negeri maupun dalam negeri dapat mempengaruhi iklim usaha yang baik langsung maupun tidak
langsung. Pergantian pemimpin salah satu
negara dapat mengubah arah kebijaksanaan dalam
perdagangan internasional. Hubungan dagang dengan negara - negara yang pemerintahnya
relatif stabil lebih menguntungkan dari pada negara - negara yang
sering bergolak. Demikian juga keadaan politik
dalam negeri yang stabil akan
menjamin kelangsungan dan iklim
berusaha. Walaupun untuk ekspor kenegara Amerika Serikat dan Eropah
memiliki peluang pasar relatif besar namun pembatasan kuota,
isu hak asasi manusia
dan isu lingkungan menjadi hambatan
utama dalam pemasaran ekspornya.
Kondisi politik luar negeri khususnya negara -
negara tujuan utama ekspor kain polyester light georgete dari PT. TTR yaitu :
Amerika, Jerman, Inggris, Perancis, Bagian negara UAE
seperti Dubai dan Jeddah. saat ini
dalam keadaan stabil. Dari
ke enam negara tersebut
Amerika, Perancis, Inggris dan jerman menjadi
tujuan ekspor utama PT. TTR. Pada waktu yang akan datang volume ekspornya masih dapat ditingkatkan. Hambatan kuota untuk negara
Eropa harus dapat diatasi demikian
pula masalah kuota
untuk negara Amerika harus dapat diatasi. Masalah penanganan kuota akan dibahas lebih lanjut pada analisis strategi
pemasaran ekspor tekstil. Kondisi politik di negara - negara seperti
4.
Faktor Sosial Budaya
Faktor budaya yaitu sub budaya terdiri dari
bangsa, agama, ras dan daerah geografis. Banyak sub
budaya membentuk segmen pasar penting, dan PT. TTR sering merancang produk dan
program pemasar sering merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan
dengan kebutuhan mereka. Kelas sosial pada semua masyarakat negara UAE dan
India memeiliki strata sosial yang tidak
hanya mencerminkan penghasilan, tetapi juga indikator lain seperti pekerjaan,
pendidikan dan kelas sosial yang berbeda
dalam cara berbusana, gaya hidup konsumen Afrika,
India, Colombo, Philipina, Malaysia, UAE,
pada umumnya senang dengan warna cerah dan desain ramai penuh variasi
dan digunakan untuk aktivitas sehari - hari, sedangkan masyarakat Internasional
lainnya seperti Amerika dan Eropa lebih suka mengkonsumsi sandang sebagai penunjang (performa), mereka juga pada umumnya sangat menyukai
produk yang spesifik keunikan bahan yang halus, desain yang seimbang.
Faktor
sosial, PT.
TTR dalam melakukan pemasaran produk perusahaan .tekstilnya memanfaatkan faktor
sosial, yaitu menggunakan agen
yang lebih dekat dengan tokoh agama dan orang yang berpengaruh untuk
mendapatkan informasi kebutuhan akan
produk tekstil baik untuk acara
keagamaan atau acara kebesaran seperti
untuk pesta pernikahan, atau pesta khitanan. Selain itu PT. TTR dengan kantor pewakilan
di negara UAE selalu mengikuti aktifitas kegiatan
perkumpulan pengusaha Timur Tengah yang selalu berkumpul setiap bulan.
Keberhasilan dealing dengan
komunikasi yang baik pada konsumen industri dan lebih memahami keinginan dari peran
dan status pengambil keputusan dalam hal ini adalah perwakilan konsumen
industri langsung dari negara Amerika yang dapat meng interpretasikan dan memutuskan batasan -
batasan pada PT. TTR mengenai pilihan desain, jenis tekstur, arah warna, handling dan informasi konsumen akhir
secara jelas dan terperinci.
5.
Faktor Teknologi
a.
Perkembangan
teknologi dibidang tekstil perlu diikuti
perkembangannya sehingga inovasi terhadap produk dapat
dilakukan baik dengan mengikuti
pameran diluar negeri maupun dari pandangan para pakar mengenai produk
tekstil. Keterlambatan melakukan penyesuaian dengan teknologi yang lebih modern akan menyebabkan
kualitas produk menjadi usang sehingga mengurangi daya saing.
b.
Penggunaan
mesin pencampur warna modern yang dikendalikan oleh komputer menghasilkan
pengolahan warna - warna yang sangat presisi dan dapat disesuaikan dengan
keinginan konsumen industri dan trend warna,
sehingga tidak ada lagi hambatan untuk matching
warna. Dari analisis Citra dapat terlihat bahwa faktor arah warna dari PT.
TTR cukup mendekati harapan permintaan pasar.
c.
PT.
TTR secara khusus telah menginvestasikan dananya dalam usaha memanfaatkan
kemajuan teknologi komputer tampak pada penggunaan komputer desain yang
beroperasi khusus untuk mempermudah pembuatan, pengendalian skala desain dan
aplikasi arah warna pada desain yang membutuhkan waktu sangat singkat dan hasil
yang tepat. Bahkan pembuatan proofing
desain berikut warna sampel
dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat (beberapa menit).
Penyimpanan file desain tiap konsumen
menjadi sangat praktis dan dijamin kerahasiaannya.
d.
PT.
TTR menggunakan mesin printing modern yang suplai dyestuf nya dilakukan secara automatis dan dikendalikan oleh
komputer yang dapat diprogram jumlah suplainya Mililiter per Menit (Ml /
Menit), sehingga keseragaman kuat warna akan sama
sepanjang dan selebar kain. Hasil produksi semacam inilah yang menjadi
persyaratan utama diterimanya penjualan ke negara Amerika Serikat disamping
fasilitas kuota yang dimiliki perusahaan pengekspor kain.
C.
Analisis Citra
Dari hasil kuisioner terhadap para konsumen industri dari
negara-negara diluar Indonesia yaitu dari negara - negara seperti : Hongkong,
Malaysia, UAE (Dubai), Saudi Arabia
(Jeddah), Pakistan (Karachi), Prancis, Jepang, saat ini terhadap produk tekstil
menghasilkan persepsi konsumen industri
q
Produk
Hasil pengolahan dari kuisioner I
menunjukkan ada 4 atribut yang
dijadikan sebagai dasar penilaian preferensi konsumen yaitu: Arah warna,
tekstur, kekuatan dan desain.
a. Atribut
pertama,
Arah
Warna.
Adalah jenis warna produk tekstil
dominan sesuai dengan trend
warna idaman masyarakat yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Warna dijadikan oleh konsumen sebagai dasar
pembelian karena disesuaikan
dengan tujuan penggunaan. Arah warna pale
/ tissue merupakan turunan yang paling muda dari warna bright menurut faktor budaya warna tersebut digunakan untuk bahan
pakaian kemeja resmi, bahan pakaian wanita kelas menengah keatas atau untuk sub budaya daerah
geografis untuk pasar Eropa, dan Inggris. Faktor
budaya
masyarakat yang memiliki kelas sosial tertentu arah warna pale / tissue ini sesuai
untuk wanita karir yang beraktivitas formal, siswi pendidikan SMU
keatas, masyarakat kelas menengah keatas dan secara faktor
pribadi
sangat diminati oleh wanita karir
atau kelas menengah keatas berusia 20
tahun sampai dengan 50 tahun. Pada umumnya mereka
senang dengan kepribadian dan konsep diri yang tampak
dengan mengenakan pakaian dengan model yang baru jenis kainnya serasi dengan
b. Atribut kedua, Tekstur
Adalah kelembutan produk tekstil yang terkait dengan kesan tebal atau tipisnya kain dan yang lebih penting adalah
“jatuhan nya” kain pada badan pemakai dan kelembutan permukaannya merupakan
nilai tekstur dari kain. Secara faktor
psikologis
persepsi konsumen mengenai kelembutan dan faktor
pribadi
dengan karakteristik usia, pekerjaan, keadaan ekonomi,
c. Atribut ketiga,
Kekuatan.
Kekuatan produk tekstil secara
laboratorium ditentukan oleh kelenturannya. Faktor
yang menjadi penilaian yang mempengaruhi pembelian ialah kekuatan dari kain
tersebut. Salah satu faktor psikologis
yang berperan adalah pembelajaran yang meliputi perubahan dalam perilaku
seseorang yang timbul dari pengalaman membelinya produk tekstil.