Manajemen Deteriorasi Hasil Hutan
Hak cipta
penulis dilindungi Undang-undang
© 2004 Rudy C Tarumingkeng
4
PENGENALAN RAYAP PERUSAK KAYU YANG PENTING DI
(Identification of wood destroying termites in
Oleh: Rudy C Tarumingkeng
(dari: Rudy C Tarumingkeng: 1971. Biologi dan
Pengenalan Rayap Perusak Kayu Indonesia’ Laporan L.P.H. No. 138, 28 p.)
Pengantar
Jenis-jenis rayap (Ordo Isoptera)
merupakan satu golongan serangga yang paling banyak menyebabkan kerusakan pada
kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan, terutama di daerah tropis. Jenis-jenis rayap yang
telah dikenal di Indonesia berjumlah kurang lebib 200 dan mungkin masih banyak
lagi yang belum ditemukan. Taksonomi dan pengenalan rayap seringkali
membingungkan karena di samping jenisnya banyak, perbedaan morfologi antara
species pada tiaptiap genus sangat kecil. Tulisan ini disusun berdasarkan
pengamatan penulis terhadap beberapa sifat-sifat ekologi dan morfologi yang
penting dari 120 koleksi berbagai jenis rayap penyerang kayu dan tanaman di
Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi selang tahun 1965 sampai dengan 1971
dan keterangan-keterangan yang diperoleh dari pustaka Ahmad, 1958; Roonwal dan
Maiti, 1966; Roonwal, 1970).
Dalam kunci
pengenalan ini dikemukakan semua famili dan genera rayap yang sampai saat ini
diketahui menyerang kayu, tanaman dan bahanbahan kayu lainnya. Spesies yang
dikemukakan hanyalah rayap yang sangat umum terdapat dan penting arti
ekonominya. Maksud tulisan ini ialah untuk membantu peneliti dan mahasiswa yang
ingin mendalami manajemen deteriorasi hasil hutan khususnya aspek-aspek Ilmu
Hama Hasil Hutan dan Pengawetan Kayu di mana perlu diketahui jenis atau tipe
rayap pengganggu. Tanpa mengenal jenis-jenis rayap penyebab kerusakan kayu,
akan sulit diperoleh cara pemecahan yang dapat diandalkan bagi pencegahan dan
pengelolaan deteriorasi hasil hutan yang disebabkan rayap.
Kunci
Pengenalan Genus dan Spesies
1.
a. Menyerang
dan bersarang dalam pohon yang masih hidup, atau kayu, cabang dan batang mati, tunggak dan kayu
lembab lainnya (Rayap pohon dan rayap kayu lembab, --- fam. Kalotermitidae) (2 )
b. Hidup dan
bersarang dalam kayu mati yang kering hawa, tidak berhubungan dengan tanah.
Bahan-bahan tanah tak terdapat dalam sarang. Menyebabkan kerusakan dalam kayu,
berbentuk rongga-rongga tak teratur, agak memanjang searah serat. (rayap kayu
kering, fam. Kalotermitidae,) --- Cryptotermes spp. (10)
c. Bersarang
dalam tanah atau dalam kayu yang berhubungan dengan tanah. Untuk jalan pekerja
dan prajurit yang mengumpulkan makanan (kayu), membuat jalan-jalan yang
tertutup (sheltertubes) dengan bahan humus atau tanah. Keadaan habitat
lembab merupakan syarat mutlak bagi kehidupannya (jenis rayap subteran dan
rayap tanah, -- famili Rhinotermitidae
dan Termitidae) (3)
2.
a..
Menyerang pohon yang masih hidup, menyebabkan pembengkakan pada batang dan
cabang (“gembol”) dan lobang-lobang dalam kayu, Neotermes spp. ---- (11)
b. Menyerang
tunggak, dan kayu mati yang lembab, terutama dalam habitat hutan. --- Glyptotermes spp.
3.
a. Pronotum
(keping sklerit di atas ruas teraks pertama) agak datar. Koloni bersarang dalam
kayu atau bahan lain yang mengandung selulosa, yang terdapat di dalam atau
permukaan tanah.(rayap subteran
---- famili Rhinotermitidae).
(4)
b. Pronotum
berbentuk pelana. Pusat sarang berada dalam tanah; membuat kueh-kueh cendawan
berbentuk bunga karang, dan bangunan-bangunan liat dalam tanah, kadang-kadang
menyebabkan terbentuknya gundukan-gundukan tanah. (rayap tanah dan rayap
pohon --------- famili Termitidae). (5)
4.
a. Prajurit
dengan dua ukuran (dimorfis); jumlah ruas antena 15-17 ---
Schedorhinotermes spp. (12)
b. Prajurit,
hanya satu macam (monomorfis); jumlah ruas artena 13 - 16. Apabila diganggu,
prajurit mengeluarkan cairan serupa susu ---- -- -- Coptotermes spp. (13)
5.
a. Perbedaan
bentuk kedua mandibel prajurit terlihat tanpa bantuan kaca pembesar. --- (subfamili Amitermitinae). (6)
b. Mendibel
prajurit memanjang ke depan, agak simetris.
--- (subfamili Termitidae). (7)
c. Mandibel
prajurit sangat kecil atau hampir tak terlihat; dahi (frons) menonjol ke
depan berbentuk alat penusuk (nasus).(sub famili --- -- --- -- - ---
Nasutitermitinae (8)
6.
a. Mandibel
prajurit halus, panjang dan berbentuk arit. Prajurit beberapa ukuran (polymorphic).
Sarang koloni terdapat di atas tanah, pada pohon-pohon atau
bangunan-bangunan. --- Microcerotermes spp.
b. Bentuk
mendibel prajurit sangat simetris. Mandibel kanan lurus dan tajam. Mandibel
kiri lengkung. --- Capritermes spp.
7.
a.
Jenis-jenis berukuran besar. Prajurit dan pekerja dimorfis (dimorphic). Panjang
tubuh prajuirt - besar (termasuk mandibel), 8- 15 mm, prajurit - kecil 6,5-10
mm. --- Macrotermes spp. (14)
b.
Jenis-jenis berukuran sedang. Prajurit dan pekerja monomorfis. Panjang tubuh
prajurit 5-7,5 mm. --- -- -- Odontotermes
spp. (15)
c. Jenis
berukuran kecil. Prajurit dan pekerja, dimorfis. Panjang prajurit - besar 3,5 -
4,75 mm, prajurit kecil 2,5 - 3,75 mm.
--- -- -- -- -- -- --- -- - Microtermes
spp. (19)
8.
a. Nasus prajurit
berbentuk krucut, bagian pangkal menebal dan agak lengkung.--- (“rangas cepor”, “pua”) Nasutitermes spp.
b. Nasus pada
umumnya panjang dan sempit. Anggota koloni berwarna gelap, coklat tua sampai
hitam, dengan tungkai dan antena yang panjang; mirip semut. Pekerja dan prajurit
keluar mengumpulkan makanan tanpa membuat jalan-jalan tertutup (9)
9.
a. Nasus
prajurit agak pendek dan sempit. Pekerja dan prajurit mengumpulkan makanan pada
malam hari -- Hospitalitermes spp.
b. Nasus prajurit agak panjang, bagian
pangkal tebal. Pekerja dan prajurit keluar dari sarang pada siang hari -- Lecessitermes
spp.
c. Tungkai-tungkai relatif tidak
panjang --- Bulbitermes spp.
10.
a. Panjang prajurit 3,8 - 4,4 mm, jumlah
ruas antna 11 - 12, terdapat di seluruh
b. Panjang prajurit 4,6 - 5,6 mm, jumlah
ruas antena 12 - 13, terdapat di seluruh
c. Panjang prajurit 5,0 - 6,2 mm, jumlah
ruas antena 12 - 14 terdapat di seluruh
d. Panjang prajurit 4,5 - 5,5 mm jumlah
ruas antena 11 - 12. Terdapat di Sumatera, di tempat yang agak tinggi (di atas
700 d.m.l) ---- -- -- --
Cryptotermes sumatrensis Kemner
11.
a. Terutama
menyerang pohon jati. Panjang prajurit 7,5 - 12,0 mm, banyak menyerang tanaman
jati di Jawa Tengah dan Jawa Timur ---
-- -- Neotermes tectonae Dammerman
b. Terutama
menyerang pohon sonokeling. Panjang prajurit 12 - 12,5 mm -- - Neotermes dalbergiae Kalshoven
12.
a. Jumlah ruas antena, prajurit-besar 16
- 17; panjang tubuh 5,5 - 6,0 mm. Terdapat di seluruh
b. Jumlah ruas antena prajurit-besar 16;
panjang tubuh 5,3 - 5,6 mm. Terutama di Jawa Barat.-- Schedorhinotermes
javanicus Kemner
c. Jumlah ruas antena prajurit-besar 15.
Panjang tubuh 4,9 - 5,2 mm. Terutama di Kalimantan. --- Schedorhinotermes tarakensis (Oshima)
13.
a. Jumlah ruas antena prajurit 14 -1 6
panjang kepala prajurit (termasuk mandibel) 2,4 - 2,6 mm. Jenis yang
terbesar --- Coptotermes curvignathus Holmgren
b. Jumlah ruas antena prajurit 13 - 15;
panjang kepala prajurit 1,8 - 2,1 mm mandibel relatif pendek, kira-kira
sepanjang setengah panjang kepala --- Coptotermes
travians Holmgren
c. Jumlah ruas antena prajurit 15 - 18;
panjang kepala prajurit 2,0 - 2,2.
Mandibel lebih panjang dari pada C.travians --- Coptotermes havilandi Holmgren (C.
javanicus Kemner)
d. Jumlah
ruas antena prajurit 13 - 14 panjang kepala prajurit 1,6 - 1,7 mm. Jenis
terkecil di antara Coptotermes
--- Coptotermes kalshoveni Kemner
14.
a. Panjang kepala
prajurit besar (dengan mendibel), 6,5 - 7,1 mm, prajurit kecil 4,4 - 4,6 mm.
Kepala berwarna coklat muda kemerahmerahan. Di Indonesia terdapat di
Sumatera. --- Macrotermes malaccenis (Haviland)
b. Kepala
prajurit berwarna coklat tua, kehitam-hitaman. Panjang kepala prajurit besar
8,0 mm, prajurit kecil 5,0 - 5,2 mm. Terdapat di Sumatera. --- Macrotermes carbonarius (Hagen)
c. Warna
kepala prajurit berwarna coklat merah. Panjang kepala prajurit besar, 4-8 - 5,5
mm, prajurit kecil 3,0 - 3,4 mm. Terdapat di seluruh Indonesia. --- Macrotermes gilvus (Hagen)
15.
a. Antena
prajurit, 17 ruas. Jenis besar, sedang dan kecil, dengan lebar kepala 1,0 - 1,5
mm --- (16)
b. Antena
prajurit 16 ruas, lebar kepala ± 0,8 mm, jenis kecil. --- Odontotermes indrapurensis Holmgren
c. Antena
prajurit 15 ruas, lebar kepala ± 1,0 mm, jenis kecil. --- Odontotermes
sarawakensis (Holmgren)
16.
a. Jenis
besar; panjang kepala (dengan mandibel) prajurit, 3,7 - 4,2 mm, lebar 1,9 - 2,4 mm. ---
(17)
b. Jenis
sedang; panjang kepala prajurit 3,1 - 3,5 mm, lebar 1,5 - 1,7 mm. --- Odontotermes
makassarensis Kemner
17.
a. Mandibel
kiri prajurit, bergigi besar, terletak di tengah. ---
Odontotermes bogoriensis (Kemner)
b. Mandibel
kiri prajurit, bergigi kecil, tumpul dan terletak lebih pada pihak pangkal. ---
Odontotermes grandiceps Holmgren
18.
a. Labrum
(bibir atas) prajurit memanjang sampai ke gigi mandibel kiri; gigi mandibel
runcing. --- Odontotermes javanicus Holmgren
b. Panjang
labrum prajurit melewati gigi mandibel gigi mandibel kecil. ----
Odontotermes sundaicus Kemner
19.
Ruas antena
prajurit, 15 prajurit makro, panjang 4,0 - 4,5 mm; prajurit mikrol 3,3 - 3,8
mm. ---- Microtermes insperatus Kemner